Pemuda Pancasila Kaltim Ikut Evakuasi Jasad Korban Gempa

PALU – Rabu pagi 10 oktober 2018. Tim relawan Pemuda Pancasila (PP) Kaltim, bergerak dari camp komando di kawasan kayumalue jalan trans sulawesi, sulawesi tengah. Untuk bergabung dengan sejumlah unsur badan penanggulangan bencana dan relawan kebencanaan di Perumnas Balaroa Palu Barat kota Palu. Yang merupakan salah satu lokasi terparah akibat likuifaksi atau tanah amblas. Kedatangan tim relawan PP Kaltim tersebut, untuk membantu proses evakuasi terhadap korban jiwa, yang tertimbun puing bangunan, di kawasan Perumnas tersebut.

25 personel dari 3 divisi diterjunkan ke lokasi longsor. Ke 3 divisi tersebut terdiri dari 8 personel divisi medis, 8 personel divisi relawan PMK dan 9 persomel dari divisi komamdo inti (Koti). Di lokasi personel relawan dibagi dalan 2 regu, divisi medis membuka pos pemeriksaan dan pengobatan geratis, sentara divisi PMK dan Koti turun ke lapangan untuk bergabung dengan Basarnas, BNPB, TNI dan sejumlah unsur relawan lainnya di TKP, membantu proses evakuasi korban.

Kordinator rombongan, Roni Andi Pangajoang menuturkan, bahwa kegiatan ini dilakukan untuk menambah kekuatan personel tim gabungan untuk evakuasi di lapangan. “Sebelumnya kami sudah berkordinasi dengan tim evakuasi, bahwa kami dari MPW PP Kaltim, akan bergabung dengan tim evakuasi di lapangan. Tujuannya, tidak lain dan tidak bukan untuk menambah kekuatan tim evakuasi. Selain itu kami kan juga bawa tim medis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan geratis di sekitar lokasi kejadian ini.” Ucap Roni di lokasi bencana.

Sementara itu, Sulaiman yang merupakan warga setempat sekaligus korban, mengatakan. Bahwa kedatangan relawan ke lokasi sangar membantu warga, terutama yang memerlukan obat-obatan. “Alhamdulillah saya sangat bersyukur sekali hari ini didatangi Pemuda Pancasila dari Kaltim, saya tadi diperiksa tekanan darah, terus dikasi obat geratis. Soalnya ini, kalau tunggu pemerintah lama sekali, jadi mereka ini sangat membantu warga di sini.” Ucap Sulaiman.
Lebih jauh, Sulaiman juga mengungkapkan keinginannya untuk pindah ke kalimantan, untuk alasan keamanan. “rencana nanti saya sama keluarga mau juga pindah ke Kalimantan, soalnya saya rasa di sini tanahnya sudah tidak layak lagi untuk ditinggali. Keluarga saya juga trauma gara-gara kejadian minggu lalu.” Pungkas Sulaiman.

Berdasarkan keterangan Jerry kordinator divisi kesehatan, hasil pemeriksaan kesehatan di lapangan menunjukan, bahwa warga banyak yang mengalami kelelahan dan stres ringan akibat musibah yg menimpa dan susah tidur di camp pengungsian. “Tadi jumlah warga yang kami periksa ada 98 orang, rata-rata mengeluhkan kurang darah dan mudah pusing. Jadi setelah kami tensi kami berikan suplement tambah darah dan multi vitamin, selain itu ada juga beberapa warga yang me derita memar akibat benturan saat kejadian, juga ditangani oleh tenaga ahli kami.” Ucap Jerry usai membuka pos pengobatan geratis di kawasan Perumnas Balaroa.

Sementara itu, data dari BNPB hingga Selasa malam (9/10) jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) masih terus bertambah, saat ini tercatat 2.010 orang, dan dalam pencarian terakhir ditemukan 46 jenazah

Sejauh ini, korban tewas paling banyak ditemukan di Palu yang mencapai 1.601 orang. Sementara di Donggala 171 orang dan Sigi 222 orang. Sedangkan korban hilang hingga kini mencapai 671 orang. (Prio)

Facebook Comments