Safaruddin : Mutasi Bukan Sanksi, Tapi Keleluasan menuju Pilgub

Irjen Pol Safaruddin/Dok. Foto : kaltimprov.com

SAMARINDA – Salinan surat telegram yang beredar pada beberapa media sosial di benarkan Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin saat dikonfirmasi Beritainspirasi.info, surat  Nomor ST/16/I/2018, pada 5 Januari 2018 tersebut menyebutkan bahwa mutasi di lakukan kepada 113 pejabat kepolisian yang salah satunya diantaranya adalah Kapolda Kaltim.

Safaruddin yang saat ini menjadi sorotan publik atas gonjang ganjing perpolitikan di Kaltim hingga Nasional atas tuduhun kriminalisasi yang di keluarkan DPP Partai Demokrat terhadap salah sorang kadernya yaitu Syaharie Jaang yang juga mendaftar sebagai bakal calon Gubernur Kaltim.

Atas mutasi ini, muncul spekulasi dampak kisruh politik jelang Pilgub Kaltim 2018, sebagaimana di ketahui Kapolda Kaltim sebagai Bakal calon Gubernur Kaltim yang hingga saat ini menungu rekomendasi dari Partai yang berlambang Banteng.

Saat di tanya beritainspirasi.info, apakah ini karena sangksi dari kepolisian karena keterlibatanya dalam pencalonan Pilgub 2018, dirinya membantah. “mutasi ini bukan sangksi dari kepolisian, saya kan memang pensiun bulan februari nanti, pindah tugas ini dalam rangka pensiun”. Jelasnya

Atas mutasi ini juga membuat aktifitasnya sebagai aparat penegak hukum tidak lagi di wilayah Kalimantan Timur selama satu bulan kedepan. hal itu justru di anggapnya lebih memberikan keleluasaan dalam melakukan manuver politik menuju pilgub Kaltim.

“Oh ini tidak mengangu proses pencalonan saya dalam pilgub kedepan, bahkan saya lebih leluasa, tidak ada lagi tanggung jawab sebagai aparat keamanan disini”. ungkap sebut polisi bintang dua ini.

Sementara itu, dalam surat yang beredar itu disebutkan pengganti Safaruddin adalah mantan Kapolda Jambi Brigjen Pol Priyo Widyanto. (Fran)

WhatsApp Image 2018-01-06 at 14.38.31
Surat telegram yang beredar yang memuat nama-nama pejabat kepolisian yang dimutasi. Dok Foto: beritainspiasi.info/jifran
Facebook Comments