Sisi Hukum, Elektabilitas, Serta Finansial Acuan Kriteria Dari AMPG. Sofyan Hasdam Anggap Pilgub Kaltim Tidak Sehat

SAMARINDA – Dua Januari 2018 mendatang tepat waktu terakhir pengajuan bakal calon Gubernur dan wakil Gubernur Kaltim untuk partai Golkar di tingkat DPP. 
Waktu yang singkat di tengah Golkar Kaltim yang belum tuntas menentukan siapa calon yang di usung nanti nya hingga detik ini. Bergegas berhimpun adalah kata yang tepat untuk rujukan partai berlambang Beringin tersebut.

Melalui Rapimda yang di gelar PD AMPG Kaltim (29/12/17) Jumat malam. Muhammad Husni Fahruddin ketua serta Arief Rahman Hakim sekjen, menghimpun kekuatan muda Golkar guna memberikan kriteria calon Gubernur serta wakil Gubernur, dan ketua DPD Golkar Kaltim pasca Rita Widyasari.

Kriteria tersebut di tentukan berdasarkan situasi politik yang berkembang serta kebutuhan politik organisasi partai Golkar. “Pertama partai Golkar butuh calon yang tidak memiliki atau tersangkut persoalan hukum, kedua tingkat elektabilitas calon harus mampu mengupgrade politik partai, Ketiga visi dan misi yang di miliki jelas, keempat memiliki kemampuan finansial yang di alokasikan dalam proses politik organisasi”. Pungkas Husni Ayub sapaan akrab ketua AMPG Kaltim. 

Ada sederet nama tokoh yang masuk dalam penjaringan kriteria yang di lakukan Angkatan Muda Partai Golkar Kaltim. Di wilayah internal ada Makmur HAPK, Sofyan Hasdam, Syahrun, serta Rahmad Masud. Serta 9 nama yang mendaftarkan diri melalui penjaringan wakil Gubernur. 

Dari Kriteria yang di tentukan, memberi peluang di luar kader Golkar untuk di usung dalam pasangan calon. “Dari pasangan calon yang kita rekomendasikan nanti ke DPP, salah satu nya harus kader, entah di calon Gubernur atau wakil”. Jelas Husni. 

Potensi menang harus di ambil oleh partai asuhan Airlangga Hartarto ini, di lihat formasi kader nya yang menguasai legislatif serta eksekutif di Kota/Kabupaten di Kaltim. Di penghujung waktu pendaftaran hingga penutupan pasangan calon di KPU, nampak nya membuat partai ini tidak menempuh jalur Musdalub seperti direncanakan sebelumnya. 

“Musdalub tidak ada sebelum pendaftaran KPU, Karena KPU itu lebih penting di banding Musdalub”. Ujar Sofyan Hasdam yang di temui usai memberikan sambutan dan membuka acara Rapimda PD AMPG Kaltim. 

Dalam sambutan nya, politisi kawakan yang bergelar dokter ini sempat menyampaikan ada upaya-upaya kriminalisasi hukum di arena Pilgub Kaltim. Menurut nya ini jelas tidak sehat. Iya pun menyerukan ke Angkatan Muda Partai Golkar untuk melawan hal tersebut.

Di sela sambutan Plt DPD Kaltim ini, iya mencerita baru saja mendapat kabar ada dua orang tokoh di pilgub Kaltim yang sedang di periksa aparat penegak hukum. Hal ini sentak membuat peserta yang hadir kaget dan bertanya-tanya. 

“Tadi saya baru mendapat telpon dari teman bahwa ada dua nama sekarang ini sedang di periksa”. Ujar Sofyan. 

Di minta menyebutkan siapa dua orang tersebut, dirinya enggan menyebutkan. (Fran). 

Facebook Comments