Soal Petani Tudungan, Sekprov Kaltim Tinjau Lapangan

Traffic Exchange

SAMARINDA – Warga dusun tudungan, Desa Jembayan Tengah masih getol memperjuangkan hak nya. Momen hari tani nasional lalu di gunakan oleh mereka untuk kembali mendesak pemerintah provinsi ikut terlibat menyelesaikan persoalan pencemaran lingkungan di lahan dan kampung warga.

Warga kemudian berhasil bertemu dengan Sekprov di rumah dinas, Selasa malam (26/9/17). Hal ini benarkan oleh Nyoman ketua serikat tani nasional (STN) desa jembayan tengah yang di temuin usai pertemuan bersama Sekprov Rusmadi Wongso. Iya menjelaskan bahwa Sekprov akan melakukan tinjauan lapangan untuk memastikan aduan mereka.

Rabu pagi (27/9/17), warga dusun tudungan menerima tinjauan lapangan yang di lakukan Sekprov beserta beberapa dinas. Terlihat ramai rombongan yang hadir beserta Rusmadi. Tak banyak basa-basi, sesampainya di lokasi warga Sekprov langsung menelusuri lokasi lahan pertanian dan kampung warga yang tercemar.

Hasil pantauan langsung beritainspirasi.info, rombongan yang ikut terlibat dalam tinjauan lapangan ini beberapa dinas seperti, dinas pertanian, pertambangan serta lingkungan hidup provinsi Kaltim.

Tak hanya memantau lahan dan kampung, rombongan pemerintah provinsi inipun sempat melihat kondisi sekolah tingkat dasar yang ada di dusun tersebut. Kepala desa jembayan tengah Rahimin pun ikut mendampingi Sekprov melakukan tinjauan.

Nyoman menjelaskan tinjauan kali ini di harapkan dapat memberikan solusi bagi warga. Usai melakukan tinjauan Sekprov beserta dinas, desa dan warga melakukan pertemuan di salah satu rumah warga. Media tak di perkenankan terlibat dalam pertemuan tersebut.

Berjalan kurang lebih satu jam, pertemuan nampak selesai dan rombongan pun keluar dari rumah warga. Saat di temui, Rusmadi menjelaskan “ada sekitar 300 Ha sawah warga dengan persoalan irigasi, mudah-mudahan pemerintah bersama perusahaan bisa bersama-sama membantu irigasi nya sehingga potensi sawah ini bisa kembali optimal, kemudian permasalahan lain terkait ketersedian air bersih. karena kondisinya ini air di sini tak layak minum.” Ucap Sekprov.

Terkait tindak lanjut penyelesaian permasalahan warga, ia sudah menugaskan dinas pertambangan untuk melakukan rapat yang melibatkan perusahaan terkait serta warga.

Dengan tergesa meninggal kampung, Sekprov mengatakan “yang jelas semua sepakat untuk membantu pertanian supaya kembali seperti semula, dan kemudian air bersih.” Pungkas nya lalu meninggal tempat beserta rombongan. (Fran)

 

Facebook Comments