Di tambah Miliaran Rupiah, Walikota Syahrie Jaang Di sebut “Jangan Terlantarkan Samarinda” Saat Penetapan APBD-P

SAMARINDA – Rancangan peraturan daerah (RAPERDA) tentang perubahan APBD tahun anggaran 2017 telah disepakati, Jumat (15/9/2017). Kesepakatan di tanda tangani setelah masing – masing fraksi menyampaikan pandangan. Semua fraksi pun menyetujui.

Di rapat Paripurna ke IX DPRD Samarinda kali ini, Walikota Syahrie Jaang yang mencalonkan diri dalam pemilihan gubernur 2018 mendatang, di singgung oleh Adi Gustiawarman . “Ingin maju Pilgub, Kota Samarinda jangan di telantarkan.”  di sambut ramai tawa peserta rapat.

Hal tersebut di sampaikan politisi asal Golkar ini saat memberikan pandangan fraksi. Selain itu Perlu nya mengendalikan anggaran secara menyeluruh, dan meng intensifkan PAD melalui Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pariwisata, dan kuliner menjadi sumber pendapatan alternatif. Jadi tekanan fraksi Golkar. Memaksimalkan kinerja serta kualitas air PDAM  juga di pandang mendesak, karena telah mendapat bantuan dana cukup besar dari APBD.

Namun penetapan perubahan APBD ini di nilai tidak maksimal. Karena pembahasan anggaran harus di susun berdasar mekanisme yang ada, serta menyertakan indikator capaian kerja tahun sebelumnya, untuk meng efesiensikan anggaran. Hal ini di sampaikan Suriani saat menyampaikan pandangan Fraksi PDI Perjuangan yang juga menyetujui penetapan perubahan tersebut.

“Pembangunan Pasar Inpres Baqa yang mandek harus menjadi perhatian mendesak, karena berdampak ke pendapatan pedagang yang turun hingga 30 – 40 %.” ujar Suriani. PDI Perjuangan juga menilai RAPERDA ini terkesan formalitas.

55,601. Miliar rupiah nilai anggaran yang di setujui sebagai tambahan anggaran tahun 2017. Dari anggaran sebelum nya 2,4 Triliun rupiah. (Fran)

Facebook Comments