Kontraktor Rusunawa Diminta Gunakan Pekerja Lokal

BONTANG – Komisi III DPRD Bontang meminta PT. Nindya Karya selaku kontraktor pelaksana proyek tahap dua rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) guntung untuk menggunakan pekerja lokal. 
Anggota Komisi III, Suhut Harianto, menyatakan tidak ada alasan kontraktor untuk tidak menggunakan pekerja lokal, terlebih pada pekerjaan-pekerjaan non skill. 
Menurutnya pernyataan kontraktor bahwa pekerja lokal dinilai kurang produktif adalah sebuah pernyatan yang aneh, kumungkinan itu ada namun hanya dilakukan sebagian saja, sehingga kontraktor tidak bisa serta merta mengatakan seluruh tenaga kerja lokal Bontang tidak produktif.

“Selama ini proyek perusahaan besar di Bontang banyak dikerjakan oleh tenaga kerja lokal. Tapi seluruhnya produktif. Kalau tidak bisa tukang, helper harusnya orang lokal,” ucap Suhut kepada wartawan, senin (7/8/2017).

Senada dengan rekannya sesama anggota Komisi III Rusli Ali, menegaskan harus ada keseimbangan tenaga kerja, tenaga kerja lokal harus lebih diberikan peluang untuk turut bekerja. Terlebih menurutnya terbukti pengerjaan yang dilakukan kontraktor lambat, harus ada penambahan Pekerja untuk mengejar 18 persen keterlambatan pekerjaan.

“Gunakan orang lokal biar tidak terjadi kecemburuan sosial di lingkungan ini,” kata Rusli. 

Rusli meyakini bahwa kemampuan pekerja lokal tidak kalah hebat jika dibandingkan dengan pekerja yang didatangkan dari pulau Jawa.

Sebelumnya menurut keterangan PT Nindya Karya  kontraktor pelaksana PT Virama Karya, terdapat sedikitnya 60 orang pekerja dalam proyek rusunawa Guntung.Di mana 30 di antaranya didatangkan dari Pulau Jawa. 
Persoalan penyerapan tenaga kerja inipun menjadi sorotan tersendiri. Terlebih Kontraktor dan konsultan pengawas kerja sempat menyebut,  jika tenaga kerja lokal yang terlibat dalam pembangunan rusunawa kurang produktif, sementara mereka dikejar waktu progres pengerjaan. Sebab itu kontraktor menggunakan lebih banyak pekerja yang didatangkan dari pulau Jawa. 

Meski begitu, Rudi, Manajer Lapangan PT Nindiya Karya mengaku berencana akan melakukan penambahan pekerja sekitar 60 orang guna mengejar ketertinggalan progres pengerjaan tersebut.

Sekedar diketahui, pembangunan Rusunawa Guntung merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU Pera). Dan pengerjaan rusunawa guntung ini adalah pengerjaan tahap dua. Setelah sebelumnya pembangunan Rusunawa ini terhenti hanya mencapai 52 persen pengerjaan pada November 2016 lalu. Dengan dalih Kontraktor mengaku terkendala hujan serta alat teknis yang bermasalah. Tak hanya itu, anggaran awal sebesar Rp 18 miliar terkena rasionalisasi menjadi Rp 10,5 miliar, sehingga terpotong Rp 7,5 miliar. 

Akhirnya, bangunan yang selesai hanya sebatas struktur dan atap saja. Sedangkan untuk dinding, lantai, finishing, instalasi listrik dan air tidak masuk didalamnya. Sisa pekerjaan itulah yang lanjut dikerjaakan pada pengerjaan tahap dua ini dengan kontraktor yang berbeda dengan nilai pengerjaan 10,2 miliar dan ditargetkan novenber 2017 sudah selesai. (And)

Facebook Comments