Penyelundupan Berkedok Mahar Perkawinan

IMG-20170509-WA026
MRA 37 Tahun tersangka kasus penyelundupan gading

Beritainspirasi.infoSamarinda, Rabu malam hari Pukul 22.00 wita (3/5/2017)  Penyidik SPORC Brigade Enggang Seksi Wilayah II Samarinda dan Balai Gakkum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Wilayah yang didukung oleh Satreskrim Polres Nunukan berhasil menangkap tersangka pemilik Gading Gajah yang hendak menyebrang Ke Kabupaten nunukan.

Tersangka pemilik 5 (lima) potong Gading Gajah ini di tangkap oleh petugas Bea & Cukai Nunukan saat turun dan melewati di pintu X-ray. Petugas yang curiga kemudian menahan tersangka beserta barang bukti.

Kasus ini bermula saat tersangka MRA (37 tahun) berangkat dari pelabuhan Tawao, Sabah Malaysia, menuju Ke Nunukan Kalimantan Utara lewat pelabuhan Tunontaka. Kapal yang di tumpangi nya Malindo Ekspres yang berangkat pada pukul 12.00 waktu tawao 1 januari 2017 lalu. Keterangan sementara dari Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Wilayah Kalimantan,

“bahwa pelaku membeli gading tersebut dari Pasar Pekan ( pasar minggu ) telupit kinabalu Malaysia pada hari minggu, pelaku membeli disana cukup murah, untuk 5 potong gading gajah ini hanya RM.3.100 atau jika dirupiahkan senilai Rp.9.000.000,-.

Alasan tersangka hendak menggunakan Gading tersebut untuk mahar pernikahan dan mau di antar ke NTT (Nusa Tenggara Timur)”. Ungkap Taqiudin S.HutPenyidik SPORC menjerat tersangka MRA (37 tahun) dengan Pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) huruf d Undang-Undang RI Nomor 05 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 Tahun dan denda Rp. 100.000.000,-.Penanganan perkara ini juga didukung oleh Balitek KSDA Samboja (ahli morfologis gading gajah), BKSDA Kaltim (ahli satwa liar yang dilindungi), Fakultas Hukum Univ. Mulawarman (ahli hukum pidana), saksi dari Bea dan Cukai Nunukan, Balai Karantina Pertanian Wilayah Kerja Nunukan, dan KJRI Kota Kinabalu serta LO Mabes Polri KJRI Kota Kinabalu, Sabah Malaysia. (Arm/Kub)

Facebook Comments