Suramin: Kenaikan Tarif PDAM, Sesuai Amanah Permendagri No 71 Tahun 2016

Beritainspirasi.infoBONTANG, Keputusan menaikan tarif Air Bersih PDAM Tirta Taman Bontang, menuai reaksi beragam oleh pelanggang PDAM Kota Bontang. Tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan dan menyayangkan kebijakan yang tidak popular ini diberlakukan disaat ekonomi masyarakat yang sangat sulit seperti saat ini.

Tak ayal hal ini menyimpan potensi gejolak yang dapat melibatkan sepektrum masyarakat yang cukup besar. Dari pantauan, bahkan secara sepontan sejak beberapa hari belakangan, netizen Kota Bontang pro kontra atas kenaikan tarif dasar air ini cukup keras terdengar.

Hal ini langsung mendapatkan tanggapan oleh Direktur PDAM Tirta Taman dengan mengadakan konfrensi riliss pers di ruang rapat kantor PDAM Tirta Taman Bontang, Jalan Brigjend Katamso  No 03 Bontang (5/5/2017) siang.

Dalam konfrensi rilis pers tersebut, Suramin Direktur PDAM Tirta Taman mengungkapkan bahwa kenaikan tarif tersebut memang harus dilakukan dan sesuai dengan amanah Permendagri tahun 2016 nomor 70 dan nomor 71.

Lebih lanjut Suramin menjelaskan bahwa tahapan mengsosialisasikan kenaikan tariff tersebut juga telah dilakukan pihak PDAM jauh-jauh hari, selain itu ia mengutarakan bahwa sumber air baku PDAM Bontang berasal dari air tanah dan itu membutuhkan biaya yang besar baik untuk merawat, mengolah dan mempertahankan ke berlangsungan sumber airnya. Aspek lingkungan demi keberlangsungan juga menjadi pertimbangan utama demi anak cucu kedepan.

“Penyesuaian tariff ini terpaksa kita lakukan, walaupun kondisi ekonomi saat ini sangat sulit. Hal ini demi keberlangsungan perusahaan, lagian semua diuntungkan dengan adanya penyesuaian tariff ini. Terlebih penyesuaian tarif ini baru kita lakukan selama 10 tahun terakhir, setidaknya sudah sepuluh tahun PDAM merugi akibat lebih tingginya harga produksi dibanding harga jual,” beber Suramin.

Lebih lanjut ia menegaskan, jika mengacu pada Permendagri 2016 nomor 70 dan nomor 71, seyogyanya tariff akan diefalusai setiap satu tahun sekali. Bentuk peninjauan kembali ini merujuk pada harga produksi dan harga jual, bila harga produksi lebih tinggi maka harus ada kenaikan tarif dan begitupun sebaliknya jika harga produksi lebih tinggi dari harga jual maka harga harus diturunkan.

“Kenaikan harga ini adalah berdasarkan hasil audit BPKP dan BPK bahwa setiap tahunnya PDAM Tirta Taman setiap tahunnya selalu merugi, dengan biaya Rp 5.200 /kubik dijual Rp 3.200. Apalagi biaya listrik untuk produksi PDAM Tirta Taman begitu besar setidaknya tidak pernah kurang dari Rp 1 Miliar dikeluarkan untuk biaya Listrik dan tidak boleh nunggak itu,” ungkapnya.

Terlebih menurutnya kenaikan tariff air bersih di Kota Bontang tidak lebih tinggi dari Kota-kota lain di Kaltim, hanya saja karna sudah sepuluh tahun belum ada kenaikan tariff maka kenaikan tariff kali ini begitu mengagetkan sebagian kalangan.

“Kami berharap,masyarakat dapat tenang. Dan pastikan jika ada keluhan silahkan datang kebagian pelayanan dan pengaduan, Bontang tidak memiliki waduk seperti di Balikpapan atau Sumber mata air seperti di Kutim. Bontang bersumber dari air tanah diambil dari perut bumi dan memang sangat tinggi biaya produksinya, selain itu dengan kenaikan tariff juga diharap upaya menghemat air dapat dilakukan dan terkontrol dengan baik. Dengan begitu distribusi air bersih dapat dilakukan dengan lebih merata,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu pula, Suratmin menyampaikan warga jangan mudah terprofokasi. Jangan sampai ada pihak yang mengambil keuntungan dengan menggunakan issue ini, informasi yang beredar dimasyarakat untuk diwaspadai. Silahkan dating kebagian pelayanan dan pengaduan PDAM Tirta Taman untuk mendapatkan informasi yang lebih tapat. (and)

Facebook Comments